Article

Bekerja dari Rumah? Yes or No?

Setelah menikah, rasanya lebih enak berlama-lama di rumah. Tanpa harus melewati rutinitas hiruk pikuk kemacetan ibukota dan belum ditambah dengan pekerjaan rumah yang sudah antre untuk dikerjakan. Eh, ada yang kepikiran begitu ga sih? Apa aku doang yang kepikiran seperti itu?

Solusinya adalah mungkin bekerja dari rumah. Ya, kerja dari rumah. Jadi bekerja layaknya pekerja kantor tetapi bisa dilakukan di rumah. Kamu bahkan bisa sampai seharian tanpa mandi, memilih baju, dan tanpa mengarungi macetnya perjalanan menuju ke kantor. Bisa juga sekalian nyambi dengan pekerjaan rumah seperti mencuci, membersihkan sayuran, dan daily chores ibu rumah tangga yang tanpa asisten. Tapi, emang iya pekerjaan yang sudah dipilih bisa sekalian nyambi dengan daily chores kamu? Ada beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi apabila ingin bekerja di rumah.

1. Tanyakan job desk-mu dengan jelas!

Ya, tanya job desk kamu dengan sedetail-detailnya. Kalau perlu catat dan disepakati oleh kedua belah pihak. Jadi, jelas apa yang kamu kerjakan di rumah. Ga tiba-tiba ujug-ujug ada job desk baru yang menanti kamu. Siap-siap nanti kamu malah sibuk bekerja di rumah dan cucian kotor pun terbengkalai.

2. Tanyakan juga hari dan jam kerjamu.

Sudah clear dengan job desk sekarang kamu harus bertanya dengan detail hari dan jam kerjamu. Apakah pekerjaan kamu menuntut untuk selalu stand by 1×24 jam dan 7 hari dalam seminggu?

3. Tentukan pengeluaranmu.

Selama bekerja di rumah, otomatis kita memakai perlengkapan pribadi kita. Misalnya, jika pekerjaan kita menuntut untuk bekerja dengan menggunakan komputer atau laptop, kita sudah siap dengan kemungkinan tagihan listrik. Selain itu, jika harus selalu berkoneksi dengan dunia maya, maka jangan lupa untuk mengecek tagihan internet. Serius, tapi ini penting! Karena nanti keduanya pasti berkaitan dengan hal yang selanjutnya, yaitu salary!

4. Apakah salary-mu sudah cukup?

Nah. Salary ini memiliki peran penting. Kenapa? Karena demi menjaga kelangsungan hidup, listrik, dan biaya internet, kamu pun harus jeli menghitung salary-mu. Kalau kita bekerja di kantor ya jelas untuk biaya listrik dan internet sudah ditanggung kantor, kalau di rumah? Ya jelas kamu. Salary ini juga biasanya tergantung dengan skill-mu dalam bekerja. Jika kamu mahir dan handal dalam pekerjaan tersebut, biasanya enak untuk negosiasi mengenai salary. Jika kamu adalah pemula dalam pekerjaan tersebut, terkadang agak sulit untuk bernegosiasi.

Hal-hal di atas sekali lagi di adjust dengan jenis pekerjaan, job desk, dan regulasi masing-masing dari pihak pemberi kerja ya. Jadi sebetulnya masih bisa berubah. Intinya sih jangan takut untuk bertanya.

Oh iya, jika ada yang punya pengalaman bekerja dari rumah, bisa share di sini sama-sama ya. Gimana suka dukanya bekerja dari rumah.

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s